Syawalan Ikatan Alumni IKIP/UNY Yogyakarta

Sabtu (16/7/2016) DPP IKA UNY melaksanakan Syawalan Ikatan Alumni dari seluruh alumni IKIP Yogyakarta maupun UNY Yogyakarta di Hall Rektorat UNY. Namun sebelum kegiatan syawalan, sore harinya sekitar pukul 15.30 WIB pimpinan pengurus DPP, DPW dan DPC, sudah melaksanakan rapat koordinasi persiapan temu nasional alumni IKIP/UNY Yogyakarta yang akan dilaksanakan tahun 2017 di Ruang Sidang Senat Timur di Gedung Rektorat Lt. 2 UNY. Dalam rapat tersebut berhasil dibentuk panitia dan program kerja kegiatan tersebut.

Kegiatan pengajian syawalan DPP IKA UNY sendiri dimulai pukul 19.30 WIB. Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor UNY, Dekan, Direktur Pasca, Ketua Lembaga, Dewan Pertimbangan Organisasi IKA, Pengurus DPP, Komisariat Fakultas dan PPs, DPW, DPC se- Jawa beserta alumni dari berbagai tahun kelulusan. Acara syawalan menghadirkan Pembicara, Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Umum DPP Muhammadiyah di Jakarta. Acara syawalan juga diramaikan dengan hiburan hadroh dan organ tunggal. Walaupun malam itu hujan mengguyur Kampus UNY, namun acara tetap berlangsung dengan lancar. Nuansa Yogyakarta dihadirkan melalui berbagai menu angkringan, seperti bakmi rebus/goreng khas Gunungkidul, tahu/tempe goreng, pisang rebus, jagung rebus, kacang rebus, minuman teh, wedang secang, wedang jahe, dan lain sebagainya yang dapat dinikmati secara bebas selama acara berlangsung.

Dalam sambutannya, Prof Suyanto, Ph.D (selaku Ketua Umum IKA UNY), menyampaikan bahwa kegiatan yang dilakukanini bertujuan untuk mengumpulkan alumni, berkenalan, bertukar kabar, bertegur sapa, serta membangun jejaring. Hal ini perlu sebagai langkah awal untuk melaksanakan Temu Alumni Nasional Alumni IKIP/ UNY Yogyakartayang akan dilaksanakan tahun 2017.Ketua Umum menghaturkan terima kasih atas kehadiran DPC, DPD dan seluruh alumni, kehadiran alumni sebagai bukti bahwa semua alumni memiliki ikatan moral dan emosional yang tinggi.

Rektor UNY, Prof. Dr. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A., dalam sambutannya menyampaikan bahwa acara syawalan bukan hanya mempunyai makna nilai sosial, tetapi juga mempunyai nilai spiritual untuk menyempurnakan ampunan manusia kepada Allah SWT, karena tidak ada jaminan bagi manusia akan bertemu di Ramadlon berikutnya. Rektor juga mengapresiasi kepada IKA UNY yang sudah merancang untuk mengembangkan kesekretariatan secara permanen, salah satunya adalah persiapan IKA dalam pembangunan gedung layanan yang akan menempati lokasi bekas gedung BNI yang sudah pindah ke Gedung Kewirausahan Lt. 4 UNY. Hal ini dilakukan tentunya untuk memberikan pelayanan kepada seluruh alumni IKIP/UNY Yogyakarta. Rektor juga menyisipkan program UNY dalam mensukseskan program pemerintah dalam memutus rantai kemiskinan, salah satunya dengan program beasiswa bidik misi. Diharapkan semua alumni ditempatnya masing-masing ikut aktif dalam mensosialisasikan bahwa Kampus UNY mempunyai kepedulian untuk mengangkat derajat bagi yang mau mengembangkan diri, tetapi kemampuan biaya orang tua terbatas. Rektor mengucapkan terima kasih atas kerja sama selama 8 tahun selama menjabat, IKA selalu bergandengan tangan untuk memajukan UNY, baik pada masa kepengurusan Prof. Dr. Herminarto Sofyan, maupun Prof. Suyanto, Ph.D. saat ini.

Acara inti pengajian syawalan disampaikan oleh Dr. Abdul MU’ti, M.Ed. Dalam tauziahnya beliau memaparkan bahwa minal aizin wal faizin merupakan pernyataan agar kita ini termasuk hamba Allah yang kembali ke fitrah, dan termasuk menjadi hamba yang menang selama berpuasa Romadlon, mengalahkan nafsu yang dapat menjerumuskan dan merendahkan manusia.

Di negara Islam yang lain, pada hari raya Idul Fitri hanyalah bersalaman dan mengucapkan Idul Mubarak, tetapiucapan di Indonesia banyak tambahan, namun fenomena ini merupakan hasil dari asimilasi dan akulturasi yang melahirkan budaya baru yang kreatif. Secara substantif masih memiliki niai-nilai dengan ajaran agama, sedangkan secara ekspresi sangat kuat dengan nuansa kultural.

Pada hari raya lebaran, banyak warga dari Jakarta atau kota besar mudik ke kampung halaman. Menurut beliau, makna mudik lebih dari hanya budaya pulang ke tanah kelahiran. Setidaknya mudik ini memiliki dua nilai. Pertama, mudik merupakan ekspresi secara spiritual. Sebagai manusia yang telah berpuasa romadlan kembali ke kondisi fitrah, seperti ketika baru dilahirkan. Hal ini berarti mudikers mengharapkan ampunan Allah dengan memohon maaf kepada orang tua maupun handai tolan dan tetangga. Kedua, mudik merupakan ekspresi kultural, memiliki arti kembali ke desa. Hal ini berarti secara sosiologis dan psikologis bahwa manusia bergantung pada manusia yang lain. Pertemuan secara face to face meningkatkan kebahagiaan, kesehatan dan kecerdasan. Pertemuan langsung tidak bisa tergantikan oleh pertemuan dengan dunia maya, baik telepon, skype, video call, dan lainnya. Rejeki akan mengalir bersamaan dengan orang yang selalu menjalin silaturohmi.

Dalam mudik, kita biasanya ada kegiatan re-uni atau bertemu kembali. Lebih dari itu, kita sebaiknya mampu untuk mewujudkan kegiatan re-united yang artinya disatukan kembali. Artinya, bertemu kembali belum tentu bersatu. Karena dalam Al Qur’an juga dinyatakan bahwa orang yang berkumpul belum tentu bersatu. Oleh karenanya, dengan kegiatan syawalan yang diadakan oleh DPP IKA UNY ini, jarak yang jauhpun ternyata tidak menjadikan masalah, bertekad untuk mewujukan bersatunya seluruh alumni UNY.

Budaya di Indonesia umumnya mengadakan open house selama hari raya lebaran. Open house, merupakan simbol dari openessatau keterbukaan. Hal ini menandakan bahwayang bersangkutan akan bersikap open mindmaupun open heart. Makna open mind adalah  pikirannya terbuka, bisa melihat masalah dari berbagai sudut pandang, dapat berfikir dengan lapang, tidak picik dan narrow mindedserta dapat melihat hidup dari sisi positifnya. Sedangkan makna open heart adalah bahwa orang yang selesai puasa dan melakukan open house di rumahnya memiliki hati yang lapang, maka dia akan merasa menjadi orang yang besar. Orang besar adalah orang yang bisa mengalahkan hawa nafsu dan tidak menjadi pemarah.

Lebih lanjut Abdul Mu’ti menyampaikan melalui hadist Rosulullah SAW, bahwa orang yang tinggi derajatnya, maka hendaklah dia memaafkan orang yang mendholimi dirinya, tetap mau memberi kepada orang yang tidak mau membangun komunikasi, senantiasa tetap menyambung silaturohim walaupun orang tersebut telah memutuskannya.

Pemimpin yang hebat tidak harus menguasai segala bidang, namun pemimpin yang hebat mampu  membangun koneksi yang luas, pemimpin yang cair dan mampu diterima oleh siapa saja. Network dan team work merupakan kunci keberhasilan. Pemimpin yang kaku dan tidak cair, maka dia akan mudah patah atau dipatahkan. Beliau lalu mencontohkan kejadian ini seperti sepakbola di final Piala Eropa 2016 yang mempertemukan tuan rumah Perancis dan tim Portugal.  Dimana dari pertandingan final tersebut ternyata Portugal mampu mengalahkan Perancis. Ketika Cristiano Ronaldo cidera pada menit ke-15, banyak orang yang mengira Perancis akan menang mudah. Namun ternyata justru Portugal menang dengan gol pemain lapis kedua/ pengganti. Hal ini menunjukkan, bahwa tidak ada orang yang superior, semua orang memiliki kelebihan masing-masing. Kesuksesan tidak bisa hanya diwujudkan oleh single player man (satu orang saja).

Oleh karenanya, peran alumni sangat tinggi dalam mewujudkan keberhasilan perguruan tinggi. Pendidikan bisa merubah nobody menjadi some body. Abdul Mu’ti juga mencontohkan lahirnya UU Sistem Pendidikan Nasional, No 20 tahun 2003 merupakan bentuk konstruktivistik dari alumni Universitas Negeri Yogyakarta, yaitu Prof. Suyanto, Ph.D waktu itu. UNY mampu mendrivependidikan Indonesia ke arah yang lebih baik.

Sebagai penutup dalam pengajian ini, Dr. Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa terdapat hal yang menarik dari Yogyakarta. Bila ditinjau dari tingkat ekonomi, masyarakat Yogyakarta adalah biasa-biasa saja, namun fakta yang mencengangkan adalah tingkat kebahagiaan masyarakat Yogyakartatertinggi di Indonesia, maupun memiliki tingkat toleransi yang tinggi. Maka dari itu, makna syawal adalah peningkatan persaudaraan, peningkatan ibadah, serta peningkatan relasi sosial. Beliau mendoakan juga mudah-mudahan UNY tetap senantiasa memberikan kontribusi dalam rangka mencerdaskan bangsa, memajukan bangsa dan negara yang berkemajuan, bermartabat dan berdaulat di antara bangsa-bangsa yang lain.

Kegiatan syawalan diakhiri dengan ramah tamah, foto bersama bagi semua alumni yang hadir sesuai dengan fakultasnya masing-masing. Sesi foto ini menghadirkan Rektor, Ketua Umum IKA UNY, Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed didampingi oleh Dekan/ Direktur Pascasarjana masing-masing.(Gunadi)

This entry was posted in . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *