Festival Dewi Sri 2016 dan Peresmian Omah Kampoeng Emas

Kegiatan Festival Dewi Sri dilaksanakan setiap tahun sejak Dusun Plumbungan dicanangkan sebagai Dusun Binaan Dewan Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Negeri Yogyakarta (DPP IKA UNY) sejak tahun 2013. Pada tahun ke-3 ini, DPP IKA UNY masih mensuport sebagian besar kegiatan ini, terutama Pentas Dewi Sri yang diperankan oleh mahasiswa FBS UNY, namun diharapkan pada tahun-tahun berikutnya, Dusun Plumbungan mampu melaksanakan kegiatan secara mandiri. Sebagai rangkaian dari kegiatan ini, sebelumnya telah diadakan kegiatan Profesor Mengajar, Lomba Kebersihan Dusun antar RT, Lomba Memedi Sawah, serta Lomba Menangkap Belut. Mengapa perlu diadakan Festival Dewi Sri di Plumbungan?Kegiatan ini bertujuan untuk:

  1. Untuk mendekatkan masyarakat dan generasi muda di Plumbungan dengan dunia pertanian, karena pertanian merupakan tulang punggung perekonomian di daerah Plumbungan. Di samping itu juga ada berbagai kerajinan, seperti topeng, sandal dari kayu, mainan dll.
  2. Festival Dewi Sri ini juga sebagai rasa syukur para petani kepada Tuhan Yang Maha Pemurah yang telah memberikan hasil pertanian lebih melimpah tanpa  hama yang berarti
  3. Dengan gelar budaya Dewi Sri ini diharapkan semangat bertani masyarakat di kampung ini semakin meningkat, mengurus sawahnya secara baik dan tertib, menjaga lingkungannya agar tidak menimbulkan kerusakan, di samping harus selalu berdoa kepada Tuhan YME agar panennya selalu baik

Acara Festival Dewi Sri diawali dengan Upacara Wiwit yang dilaksanakan di sawah. Sebelumnya Tamu Undangan transit di Balai Dusun Plumbungan sebelum Upacara Wiwit dilaksanakan.

Acara Pembukaan

Acara ini dipandu oleh Protokoler UNY, berisi:

  1. Laporan Panitia yang disampaikan oleh Bapak Sulistyo selaku Kepala Dusun Plumbungan.
  2. Sambutan Bupati Gunungkidul oleh Hj. Badingah, S.Sos
  3. Sambutan Rektor UNY diwakili oleh Wakil Rektor I, Bapak Wardan Suyanto, Ed.D sekaligus secara resmi membuka Festival Dewi Sri dengan membunyikan koplokan diikuti sirine.

Prosesi Wiwitan

Wiwit atau wiwitan, adalah upacara tradisi yang dulunya turun temurun dilakukan oleh keluarga petani. Wiwit biasa dilakukan menjelang musim panen atau diawal musim panen padi.Makna dari tradisi wiwit, sejatinya adalah panjatan doa dan ungkapan syukur atas limpahan hasil panen dari Yang Maha Kuasa sekaligus sebagai sarana atau media terjalinnya interaksi sosial diantara para petani maupun hubungan keselarasan antara petani pemilik lahan dengan alam.

Doa dilaksanakan oleh Rois Kampung Plumbungan yaitu Bapak Tugiran, selanjutnya dilakukan pembagian sego wiwit secara simbolis oleh parogo wiwitan kepada Wakil Rektor I UNY dan Bupati Gunungkidul.

Selanjutnya dilakukan pemotongan padi secara simbolis oleh:

  1. Rektor UNY (diwakili oleh Wakil Rektor I UNY)
  2. Bupati Gunungkidul
  3. Ketua DPRD Gunungkidul
  4. Ketua Dewan Pertimbangan UNY
  5. Kadin Pertanian Gunungkidul
  6. Kadin Pariwisata Gunungkidul
  7. DPP IKA UNY
  8. Ketua Dewan Pertimbangan Organisasi IKA UNY

Hasil pemotongan padi secara simbolis tersebut, kemudian dijadikan 2 (dua) ikat, yang disebut dengan pari lanang dan pari wadon yang kemudian diarak dalam Kirab Budaya bersama seluruh warga dan peserta.

C.    Kirab Budaya

Kirab Budaya diikuti oleh pejabat dari UNY, Pemda Gunungkidul, Tim Seni, Undangan dan masyarakat umum. Start dilaksanakan dilokasi wiwit menuju Omah Kampoeng Emas Plumbungan dengan jarak 1,5 km, dengan ditandai pengibaran bendera start.

Urutan Tim Karnaval:

  1. Spanduk Rentang Festival Dewi Sri
  2. Drum Band TK
  3. Bendera: UNY (1 bh), IKA (1 bh), dan Merah Putih (4 buah).
  4. Mobil Pick UP Sound System diiringi Gending Jawa (Operator: Kusnanto/ Arman Sanusi)
  5. Pembawa padi
  6. Rombongan Dewi Sri
  7. Rombongan Pejabat UNY dan Pemda Gunungkidul
  8. Tim Karnaval FT UNY
  9. Tim Kirab RT Kampung Emas Plumbungan.
  10. Masyarakat umum

Catatan:

  1. Bersamaan dengan Kirab dilakukan penilaian untuk Tim Kirab RT Kampung Emas Plumbungan.
  2. Diakhir kirab di sekitar Omah Kampoeng Emas ditampilkan Festival 1001 Sego Wiwit, yang bisa dinikmati gratis oleh semua peserta kirab.

D.   Peresmian Omah Kampoeng Emas

Tahun 2013, Dusun Plumbungan dicanangkan DPP IKA UNY sebagai Kampung EMAS (Elok, Mandiri, Aspiratif dan Sejahtera) bertujuan untuk meningkatkan taraf kehidupan dan kesejahteraan yang lebih baik. Bidang garapan pembinaan yang utama berupa pendidikan, pertanian, kuliner, budaya dan pariwisata. Omah ini berfungsi sebagai tempat pertemuan  warga, kegiatan  karang taruna, ibu-ibu, outbond dan lainnya.

Omah Kampoeng Emas Plumbungan merupakan wujud nyata sebagai tanda kehadiran DPP IKA UNY di Dusun Plumbungan sebagai dusun binaan. Bangunan ini direncanakan dengan konsep knock down, terdiri dari 2 lantai dengan ukuran bangunan induk 9m x 9,5m. Selain berupa aula, bangunan ini juga dilengkapi perpustakaan yang bertujuan untuk untuk mengembangkan minat suka membaca bagi anak-anak dan remaja agar menjadi cerdas dan memiliki keterampilan.Omah Kampoeng Emas ini juga sudah sering dikunjungi bagi wisawatawan yang ingin singgah bersantai dan makan siang, dengan makanan khas berupa Nasi Berkah Dalem.

Bangunan ini didedikasikan kepada Bapak Dr. H. Budi Tri Siswanto, M.Pd (alm), yang dengan penuh tanggung jawab dan pengorbanan sebagai penanggung jawab pembangunan mewakili DPP IKA UNY. Beliau dipanggil yang Maha Kuasa seminggu sebelum peresmian bangunan ini.

Prosesi Upacara Peresmian Omah Kampoeng Emas:

  1. Sambutan Camat Kecamatan Patuk yaituBapak. R. Haryo Ambar Suwardi, S.E., M.Si.
  2. Sambutan Ketua DPP IKA UNY yang diwakili Sekjend DPP IKA UNY , Bapak Drs. Sardiman AM., M.Pd.
  3. Sambutan oleh Rektor UNY yang diwakili oleh Wakil Rektor I UNY, Bapak Wardan Suyanto, Ed.D, sekaligus meresmikan bangunan dengan ditandai menggunting buntal
  4. Penyerahan Berita Acara Serah Terimaoleh Ketua DPP IKA UNY diwakili oleh Sekretaris Jendral DPP IKA UNY, Bapak Drs. Sardiman AM., M.Pd kepada Masyarakat Plumbungan diwakili oleh Dukuh Plumbungan yaitu Bapak Sulistyo.
  5. Rektor (diwakili WR I UNY: Bapak Wardan Suyanto, Ed.D.) dan Bupati Gunungkidul (Hj. Badingah, S.Sos) menyaksikan Serah Terima sekaligus membubuhkan tanda tangan.

E.    Pentas Dewi Sri

Oleh: Mahasiswa UKM Kamasetra dan Jurusan Pendidikan Seni Tari Fakultas Bahasa dan Seni UNY, sebanyak 35 mahasiswa. Pimpinan: Bapak Dr. Kuswarsantyo, M. Hum

F.    Tari Bambangan Cakil

Oleh: Mahasiswa UKM Kamasetra Fakultas Bahasa dan Seni UNY.

Tari Bambangan Cakil adalah tarian tradisional yang di adobsi dari salah satu adegan dalam cerita pewayangan. Adegan yang diadobsi adalah adegan perang kembang, yang menceritakan peperangan antara kesatria dan raksasa.

Dalam Tari Bambangan Cakil ini menceritakan  peperangan antara kebaikan dan kejahatan. Kedua sifat tersebut di gambarkan dalam gerakan tari tokoh dalam tarian tersebut. Dimana kebaikan yang ada pada tokoh kesatria digambarkan dengan gerakan yang bersifat halus dan lemah lembut. Sementara kejahatan pada tokoh raksasa di gambarkan dengan gerakan yang bersifat kasar dan beringas. Tokoh dalam pewayangan yang di gunakan dalam tarian ini adalah Arjuna sebagai Kesatria, dan Cakil sebagai raksasa. Tarian ini mengandung nilai filosofi yang tinggi dimana kejahatan dan keangkaramurkaan akan kalah dengan kebaikan.

G.   Penutup

Acara penutup dilakukan ramah tamah dan makan siang.Acara ini diprakarsai oleh Dewan Pengurus Pusat Ikatan Alumni  Universitas Negeri Yogyakarta (DPP IKA UNY)  bekerja sama dengan pemerintah setempat, di Plumbungan, Putat, Kecamatan Patuk Gunung Kidul, sebagai rintisan agar Plumbungan menjadi Desa Wisata yang maju pertaniannya.

Oleh: Gunadi, M.Pd. (Sekretaris DPP IKA UNY)

This entry was posted in . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *